Mengapa Guru Perlu Menulis Karya Tulis Ilmiah?

42 views
Gerakan Guru Wajib Menulis Karya Tulis Ilmiah

Gerakan Guru Wajib Menulis Karya Tulis Ilmiah

Mengapa Guru Perlu Menulis Karya Tulis Ilmiah? – Menurut Undang Undang No. 14 Tahun 2005, guru merupakan pendidik profesional yang mempunyai tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah jalur pendidikan formal. Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Kualifikasi akademik guru bisa diperoleh melalui kuliah pada perguruan tinggi (kampus) program sarjana S1 atau program diploma empat DIV. Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru (PPG). Dengan demikian, guru adalah profesi/pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang sudah memenuhi syarat akademik tertentu dan mempunyai kemampuan yang mumpuni dalam bidang pendidikan.

Tujuan pendidikan nasional Indonesia bisa tercapai berkat seorang guru. Peran guru sangat penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dari tangan guru itulah lahir orang-orang hebat tokoh-tokoh nasional yang menduduki pucuk pimpinan negeri ini. Jasa guru sangat besar bagi kita semua generasi penerus bangsa.

Adalah sebuah keniscayaan bagi seorang guru untuk menghasilkan tulisan berkualitas. Sebagai insan terdidik dan punya kapasitas dalam bidang pendidikan, bukan hal yang mustahil untuk menyusun karya tulis ilmiah. Terlebih lagi, salah satu syarat untuk menunjang karir guru adalah publikasi ilmiah.

Memang, tugas seorang guru tidak ringan. Selain memiliki kewajiban dan tanggung jawab mengajar di kelas, guru dibebani berbagai macam tugas administrasi sekolah. Sehingga waktu luang guru bisa dikatakan tidak banyak. Hal ini sering menjadi resistensi publikasi ilmiah guru. Meskipun demikian, persoalan tersebut sebenarnya bisa diatasi jika guru bisa mengorganisir waktu dengan baik. Sehingga punya waktu untuk menghasilkan karya tulis.

Publikasi ilmiah bagi guru tidak hanya sebatas jurnal penelitian dan buku cetak, melainkan juga artikel ilmiah populer yang diterbitkan oleh media massa. Artikel jenis ini bisa dikatakan cukup ringan dalam segi penulisan. Selain ongkos publikasi gratis, juga tulisan cukup dengan 2-3 lembar halaman saja. Tentu berbeda dengan jurnal ilmiah atau buku cetak yang membutuhkan puluhan/ratusan halaman dan harus bayar biaya publikasi.

Di Indonesia sendiri ada berbagai media massa nasional, regional, dan lokal baik versi cetak maupun digital. Tentu, keberadaan media tersebut sedikit-banyak bisa membantu guru dalam hal publikasi artikel ilmiah.

Ada berbagai keuntungan bagi guru jika menulis artikel ilmiah populer di media massa. Pertama, tidak memerlukan tulisan yang panjang. Kedua, jumlah media massa tidak sedikit, sehingga banyak pilihan sarana publikasi. Ketiga, ongkos publikasi 100% gratis. Keempat, memperoleh keuntungan ganda, selain poin angka kredit, juga mendapatkan koin.

Adapun besaran angka kredit tidak sama. Media massa nasional nilainya sebesar 2, kemudian media regional sebesar 1,5 jika artikel guru dimuat. Angka kredit ini berguna sebagai syarat kenaikan pangkat/golongan kepegawaian guru. Sedangkan besaran koin (honorarium) juga tergantung dari masing-masing perusahaan media.

Meskipun demikian, persoalan yang menjadi kendala dalam publikasi di media massa adalah tingginya persaingan diantara pengirim artikel. Karena setiap hari bisa mencapai puluhan naskah artikel yang masuk ke meja redaksi, sehingga pihak redaksi perlu melakukan seleksi artikel untuk diterbitkan. Tidak jarang tulisan yang dikirim tidak kunjung dimuat, alias ditolak.

Ada berbagai strategi agar karya tulis guru bisa diterbitkan di media massa, baik skala nasional maupun regional/lokal. Pertama, pemilihan topik artikel diharapkan up to date, artinya isu yang diangkat sedang hangat diperbincangkan. Terutama persoalan yang menyangkut khayalak umum dan menjadi perhatian masyarakat nasional. Kedua, relevansi topik artikel dengan bidang keahlian. Sehingga penulis bisa mengidentifikasi masalah dan memberikan opsi-opsi alternatif solusi sesuai dengan kapasitasnya, dalam hal ini berkaitan dengan bidang pendidikan guru. Ketiga, penggunaan bahasa penulisan. Diharapkan sesuai dengan standar Bahasa Indonesia baku dan sesuai EYD, dan dengan susunan kalimat yang ringkas, padat dan jelas. Sehingga bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Secara teoritis terlihat sederhana, namun dalam prakteknya dibutuhkan usaha lebih. Perlu adanya latihan menulis secara berkesinambungan. Selain itu juga perlu upgrade ilmu pengetahuan untuk menunjang kapasitas sebagai tenaga pendidik profesional. Dan yang tak kalah penting adalah perlu mengikuti isu perkembangan aktual yang tengah terjadi di masyarakat.

Sumbangan pemikiran guru akan sangat berarti bagi khalayak umum, jika mampu menghasilkan karya tulis ilmiah yang inovatif, kreatif, dan orisinil. Tidak hanya mencerahkan para siswa di kelas, tapi juga masyarakat luas akan merasakan manfaatnya atas sumbangan gagasan seorang guru. Tetap semangat menghasilkan karya berkualitas, wahai pahlawan tanpa tanda jasa.

Tags: #Angka Kredit #Artikel Ilmiah #Guru Menulis #Karya Tulis #Menulis Artikel #Publikasi Ilmiah #Tenaga Pendidik

Silahkan Komentar